Apa yang terdapat di dalam al-Quran, al-Hadis, contoh yang boleh diambil dari perbuatan para sahabat dan amalan para ulama Ahli Sunnah wal Jamaah yang berpegang dengan manhaj salaf hanyalah amalan berupa doa. Sememangnya doa orang-orang beriman diterima oleh Allah dan akan sampai kepada orang yang telah mati jika si Mati itu beriman. Namun berdoa yang dimaksudkan bukanlah dengan cara mentahlilkan, meyasinkan dan membacakan al-Quran beramai-ramai untuk si Mati sebagaimana yang dilakukan oleh orang-orang awam (orang-orang jahil) dan para pembuat bid’ah.
Mendoakan si Mati adalah sunnah hukumnya dan dibolehkan apabila mencontohi sunnah Nabi Muhammad sallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat baginda atau amalan orang-orang Salaf as-Soleh. Kemudian terserah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk diterima atau ditolak. Penjelasan ini adalah bersandarkan kepada ayat-ayat di bawah ini:
“Dan orang-orang yang datang sesudah mereka itu akan berkata: Wahai Tuhan kami! Ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman sebelum kami”.
Share on Facebook






























