Archive for the ‘Dalil’ Category

MENGHADIAHKAN PAHALA BACAAN KEPADA SI MATI

March 5th, 2010

Jika dipertimbangkan mengikut loginya akal, amalan membaca fatihah atau membaca ayat-ayat al-Quran kemudian menghadiahkan pahala bacaannya kepada si Mati (arwah), tentulah tidak ada salahnya, malah ia menggambarkan suatu perbuatan yang baik, bagus dan mulia.  Begitu juga dengan membaca al-Quran dengan mengadakan kenduri arwah, tahlilan atau yasinan beramai-ramai atau berseorangan, sama ada yang dikhususkan di malam-malam tertentu, di hari-hari tertentu, di bulan-bulan tertentu atau di tempat-tempat tertentu seperti di atas kubur dan sebagainya, pastinya sekali pandang perbuatan ini adalah baik, malah menggambarkan pekerjaan terpuji kerana antara tujuannya ialah untuk menghapuskan dosa seseorang (roh orang mati) di samping mengirim pahala yang dibaca oleh orang yang ramai kepada si mati untuk mengurangkan penderitaannya. Namun, apabila dikembalikan kepada syara ia adalah perbuatan bid’ah yang mungkar.

Ada antara mereka (terutama pengemar kenduri arwah, yasinan, tahlilan dan selamatan) berhujjahkan hadis berikut untuk membolehkan membaca surah Yasin sama ada untuk menghapuskan dosa si Mati atau mengirim pahala bacaan tersebut kepada si Mati:

“Barangsiapa yang menziarahi kubur orang tuanya atau salah seorang dari keduanya pada hari Jumaat, kemudian membacakan surah Yasin, maka akan diampunkan dosanya”.

Read the rest of this entry »

Share on Facebook

Post to Twitter Post to Plurk Post to Yahoo Buzz Post to Delicious Post to Digg Post to Facebook Post to MySpace Post to Ping.fm Post to Reddit Post to StumbleUpon

Posted in Artikel Pilihan, As-Sunnah, Dalil, Kematian, Perintah Allah Dan Rasul | Comments (0)

HUKUM MENDOAKAN ORANG MATI

March 5th, 2010

Apa yang terdapat di dalam al-Quran, al-Hadis, contoh yang boleh diambil dari perbuatan para sahabat dan amalan para ulama Ahli Sunnah wal Jamaah yang berpegang dengan manhaj salaf hanyalah amalan berupa doa.  Sememangnya doa orang-orang beriman diterima oleh Allah dan akan sampai kepada orang yang telah mati jika si Mati itu beriman.  Namun berdoa yang dimaksudkan bukanlah dengan cara mentahlilkan, meyasinkan dan membacakan al-Quran beramai-ramai untuk si Mati sebagaimana yang dilakukan oleh orang-orang awam (orang-orang jahil) dan para pembuat bid’ah.

Mendoakan si Mati adalah sunnah hukumnya dan dibolehkan apabila mencontohi sunnah Nabi Muhammad sallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat baginda atau amalan orang-orang Salaf as-Soleh.  Kemudian terserah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk diterima atau ditolak.  Penjelasan ini adalah bersandarkan kepada ayat-ayat di bawah ini:

“Dan orang-orang yang datang sesudah mereka itu akan berkata: Wahai Tuhan kami!  Ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman sebelum kami”.

Read the rest of this entry »

Share on Facebook

Post to Twitter Post to Plurk Post to Yahoo Buzz Post to Delicious Post to Digg Post to Facebook Post to MySpace Post to Ping.fm Post to Reddit Post to StumbleUpon

Posted in As-Sunnah, Dakwah, Dalil, Kebenaran, Kematian, bid'ah | Comments (0)

  • Mybloglog


    Join My Community at MyBloglog!

  • Google FriendsConnect

  • Tweet.. Tweet..

    techiebuzzer
    MyLikesdotcom
    twtkebabom
    pemasaran
    debitcard88
    clickbanksubmit
    afiiliatetwt
    theroxy
    viraltweetboom
    NoahReagan
    chokilala
    yayanie
    syamimi97
    OhMelaka
    ismailnoh
    ceriacikja
    khaibiz
    MindFunk89
    nurhidayahisa
    kambenk
    methamitacela
    surirumah
    sura12
    khairul
    hersheyQ
    rekaimpian
    hafizkhazali
    kiss_the_clouds
    Anidatahrim
    fahmiibrahim
    Friends: 262 Followers: 140
  • Facebook

  • Count per Day

    • 7Visitors today:
    • 58Visitors yesterday:
    • 240Visitors last week:
    • 3275 Total visitors:
    • 1Visitors currently online:

Ikutlah Sunnah Rasulullah!! is using WP-Gravatar

WordPress SEO fine-tune by Meta SEO Pack from Poradnik Webmastera

Twitter links powered by Tweet This v1.6.1, a WordPress plugin for Twitter.